Terimakasih sudah menonton video kami, apabila menurut anda video ini bermanfaat silahkan dukung kami dengan klik tombol subscribe dan tombol like.IG: bit.l
KisahUmar bin Khattab Berpatroli Tengah Malam Memantau Rakyatnya. Diriwayatkan dari Said bin al-Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata, ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Sewaktu tidur aku bermimpi seolah-olah aku sedang berada di surga. Kemudian aku melihat seorang wanita sedang berwudhu di
Terkiniid, Jakarta - Beredar video lawas Ustadz Firanda sampaikan pendapatnya mengenai cara menghindari fitnah wanita, dirinya menjelaskan ada beberapa cara diantaranya ialah jangan suka ke jalan raya, mall dan jangan suka buka internet.. Pernyataan tersebut disampaikan Ustadz Firanda dalam salah satu kajian ceramahnya, mulanya ia membacakan pertanyaan jama'ah yang tertulis di dalam
Diantara fitnah setan, apabila seseorang baik wanita maupun laki-laki keluar dari rumah, maka setan akan mengikutinya dan menggoda agar menusia terdorong melakukan hal yang berbuah kemaksiatan. Allah melukiskan godaan setan sebagai berikut, " Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka dan akan membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka
Fitnahyang sangat berbahaya adalah fitnah wanita. Karena itu dianjurkan bagi para laki-laki untuk menjaga pandangannya ketika berada di tempat umum. Kaum wanita juga hendaknya menjaga diri dengan menggunakan pakaian yang syar'i, sopan dan tidak menarik perhatian, demi menjaga dirinya sendiri dan demi menghindari terjadinya fitnah.
25Kviews, 2.1K likes, 186 loves, 11 comments, 1.3K shares, Facebook Watch Videos from Firanda Andirja: CARA MENGHINDARI FITNAH WANITA . Ustadz Dr.
Terkiniid, Jakarta - Beredar video lawas Ustadz Firanda sampaikan pendapatnya mengenai cara menghindari fitnah wanita, dirinya menjelaskan ada beberapa cara diantaranya ialah jangan suka buka internet berita-berita.. Pernyataan tersebut disampaikan Ustadz Firanda dalam salah satu kajian ceramahnya, mulanya ia membacakan pertanyaan jama'ah yang tertulis di dalam selembar kertas.
nGsmMNt. Image . Siapa pun tahu bahwa saat ini peran dan aktivitas wanita begitu besar di tengah masyarakat. Hampir semua tugas pria yang tadinya begitu mustahil dilakukan wanita, saat ini menjadi mungkin dikerjakan oleh kaum hawa. Arsitek, petugas keamanan, supir, sampai kepada pekerja bangunan, wanita tetap bisa ambil bagian. Seolah tak ada pekerjaan yang tak mampu kami kerjakan. . Namun di balik itu, jangan lupa, bahwa ada kehati-hatian yang harus tetap kita jaga sebagai seorang wanita, terutama bila kita adalah seorang muslimah. Baik sebagai muslimah yang singlelillah, maupun yang telah memiliki pasangan. Akan ada banyak fitnah dan kerusakan yang timbul apabila seorang wanita tidak dapat menjaga diri dan adab dirinya, termasuk rasa malunya. . Hal ini telah dikatakan oleh Rasulullah Saw sejak dahulu kala, bahwa di antara fitnah harta, dunia, dan anak-anak, fitnah wanitalah yang paling berbahaya bagi kaum pria. . “Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” HR. Bukhari 5096 dan Muslim 2740 . Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir adanya fitnah terhadap diri pribadi seorang wanita, khususnya bagi para muslimah. Ini sekaligus sebagai pengingat juga untuk saya, karena sungguh, godaan bagi wanita di akhir zaman ini sangat berat dan tipis sekali batasannya antara yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Apalagi jika kita tidak mau mempelajari lebih dalam lagi. . Perbaiki Adab dan Akhlakmu . Bukan rahasia lagi bahwa seorang wanita adalah calon ibu dari anak-anaknya. Sekolah pertama bagi buah hatinya. Dan perhiasan terindah bagi suaminya. Maka mutlak diperlukan keindahan akhlak dan adab untuk diwariskan, terutama bagi generasi penerusnya kelak. Tentunya semua butuh waktu dan proses, tidak bisa langsung instan mengubah diri secara sempurna. Maka, belajar dan terus menimba ilmu rasanya menjadi sebuah kewajiban bagi seorang ibu. Bukankah saat ini belajar dapat dilakukan dari mana saja? Kuliah WA, ceramah di FB, kajian live di IG? Masya Allah, semuanya Allah permudah tanpa kita harus keluar rumah. . “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah…” HR. Muslim no 1467 . Tutuplah Auratmu . Seorang muslimah diwajibkan menutup auratnya agar ia lebih terjaga dari gangguan dan sebagai identitas untuk dirinya. Batasan aurat bagi wanita telah disebutkan di dalam hadis dan beberapa ayat Alquran, yaitu seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan wanita. . “Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah baligh mengalami haid, tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini Rasulullah berkata seraya menunjuk muka dan telapak tangannya…” HR. Abu Dawud . Dalam suatu kajian pernah disebutkan bahwa seorang pria jika diibaratkan adalah seperti kucing yang selalu merindukan ikan asin 🙁 Apabila ia mencium bau ikan asin dari kejauhan, ia akan terus mencari dan mendekati ikan asin itu. Apabila ikan asin dibiarkan terbuka dan sama sekali tidak terjaga, tentunya kucing tersebut akan mudah menemukan dan menyantap ikan tadi. Namun, apabila ikan asinnya dalam keadaan tertutup dalam wadah yang rapat dan terlindungi, kucing tak akan mampu menemukan dan mengoyaknya begitu saja. . Begitu pula analogi antara pria sebagai kucing, dan wanita sebagai ikan asin. Sederhana, tetapi cukup masuk di akal. Bahwa hijab kita sebagai penutup aurat setidaknya akan mampu membendung syahwat dari para lawan jenis. . “Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang….” [QS. Al Ahzab 59]. . Di sini jelas disebutkan, “Mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka…” Berarti jilbab yang disyariatkan memang sudah tertulis secara detail ya, man-teman 🙂 Harus panjang dan menutupi seluruh tubuh. Hanya saja kita, *termasuk saya pastinya yang masih jauhhh dari sempurna, kadang sering tergoda menggunakan beragam gaya 🙁 Padahal jilbab yang baik adalah yang sederhana dan tak mengundang banyak lirikan mata. . Jagalah Hatimu dan Miliki Rasa Malu . Hati adalah cerminan seluruh tubuh. Kebaikan hatimu akan tercermin dalam pikiranmu. Pikiranmu akan muncul dalam lisanmu. Lisanmu akan menampilkan karakter dirimu. Maka pandai-pandailah kita menjaga hati dan mengontrol diri. . “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati…” HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599. Satu lagi yang mulai terkikis di zaman ini adalah mulai hilangnya perasaan malu. Padahal sesungguhnya, Allah Maha Pemalu, seperti sabda yang Rasulullah Saw ucapkan, “Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Penutup aib, dan mencintai rasa malu dan sikap suka menutup aib…” HR Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani. Bahkan yang bikin hati sedikit miris, sempat baca sebaris nasihat di media sosial, bahwa wanita di akhir zaman ini lebih mementingkan kecantikan dan permasalahan jodohnya, daripada menyibukkan diri untuk memperbaiki ilmu agamanya. Tulisan ini merupakan selfreminder juga buat saya. Semoga kita sebagai muslimah senantiasa Allah jaga dari fitnah dan segala keburukan dunia yang mengakibatkan kehormatan diri menjadi tak berarti lagi. . Na’udzubillahimindzalik.… . ODOP EstrilookCommunity Day2
Ada sebuah tanya-jawab yang dirilis pada sebuah website Islam berbahasa Arab yang menerangkan tentang fitnah wanita di tengah masyarakat. Kami merasa sangat perlu menterjemahkannya sebagai nasehat untuk saudara dan saudariku kaum muslimin. Pertanyaan Aku membaca sebuah sabda dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi, مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ “Aku tidak meninggalkan setelahku sebuah cobaan yang paling berbahaya bagi kaum laki-laki disbanding fitnah wanita” HR. Bukhari nomor 5096 dan Muslim nomor 2740. Pertanyaanku adalah bagaimana aku bisa menyelamatkan diriku dari cobaan ini, sedangkan aku selalu melihat wanita di mana-mana, di jalan, di televisi, di internet, dan di tempat kerjaku ? Jawaban Allah menciptakan manusia disebuah tempat yang penuh cobaan dan ujian namun Allah menjadikan surga sebagai tempat tinggal bagi para wali Nya dan orang-orang yang Allah cintai. Mereka lebih mengutamakan ridha Allah dibanding keinginan hawa nafsunya, lebih mengutamakan ketaatan kepada Allah daripada kesenangan anggota badannya. Allah menjadikan neraka sebagai tempat tinggal bagi mereka yang durhaka kepadanya dari hamba-hambaNya. Dimana orang tersebut lebih mendahulukan hawa nafsunya dibanding ridha Allah subhanahu wata’ala. Allah ta’ala berfirman, تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا “Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertaqwa” QS. Maryam 63 Allah subhanahu wata’ala berfirman, وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kedudukan Rabb nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal nya” QS. an Nazi’at 40-41 Allah berfirman tentang penduduk neraka, فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka itu kelak akan menemui adzab yang pedih” QS. Maryam 59 Allah ta’ala berfirman, ذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا “Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahanam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok” QS. Al kahfi 106 Allah juga berfirman, فَأَمَّا مَنْ طَغَى وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى “Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal nya” QS. An Nazi’at 37-39 Hendaklah seorang muslim bersungguh-sungguh terhadap dirinya dalam beribadah kepada Allah ta’ala serta menjauhkan diri dari sesuatu yang Allah murkai. Karena Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang beramal kebaikan. وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” QS. al Ankabut 69 Termasuk dari fitnah dan cobaan yang menjadi ujian bagi kita adalah fitnah wanita. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ “Tidak ada yang aku tinggalkan setelahku sebuah cobaan yang paling berbahaya bagi laki-laki dianding dengan cobaan wanita” HR. Bukhari nomor 5096 dan Muslim nomor 2740 Berikut sebagian cara yang bisa membantu agar terjauh dari fitnah ini semoga Allah memperbaiki kondisi kaum muslimin, Iman kepada Allah ta’ala Iman kepada Allah dan takut kepadaNya adalah kunci keamanan dan penjaga bagi seorang hamba dari ketergelinciran dalam perkara yang haram dan memperturutkan hawa nafsu yang datang menggoda. Seorang mukmin jika terdidik untuk merasa diawasi oleh Allah serta menelaah rahasia-harasia dari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya seperti Maha mengetahui, Maha mendengar, Maha melihat, Maha dekat, Maha menyaksikan, Maha menghitung, Maha menjaga, dan Maha mencakup segala sesuatu, maka itu akan membuahkan rasa takut kepada Allah subhanahu wata’ala dalam keadaan sendiri atau di tengah orang banyak dan akan menghentikannya dari maksiat kepada Allah serta menutup diri dari panggilan syahwat yang banyak mendorong hamba kepada sesuatu yang haram. Menundukkan Pandangan Dari Yang Diharamkan Sungguh pandangan membuahkan gambaran-gambaran buruk di dalam hati yang kemudian itu akan berkembang hingga ke pikiran lalu merasuk ke dalam syahwat hingga menjadi sebuah keinginan dan harapan, maka orang itu akan melakukan perkara yang haram. Coba pikirkan ayat berikut ini yang mengaitkan antara langkah pertama menuju perbuatan haram kemudian akhirnya terjadi. Allah ta’ala berfirman, قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” QS. An Nur 30 Berkata Imam Ibnu Katsir ”Allah ta’ala memerintahkan hambaNya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari apa yang diharamkan atas mereka. Maka hendaklah mereka tidak melihat kecuali pada hal yang dibolehkan untuk melihatnya dan menundukkan pandangan dari perkara yang haram. Jika kebetulan pandangannya terjatuh dalam perkara yang haram tanpa sengaja, maka hendaklah ia memalingkan pandangannya segera” Tafsir al qur’an al Azhim Melawan Bayangan Pikiran Pikiran yang buruk di dalam hati itu sangat berbahaya. Kapan saja seorang hamba mengikuti langkah-langkahnya dan tidak berusaha melawannya maka akan berkembang menjadi sebuah pikiran lalu menjadi keinginan dan harapan. Ia pun akan menuju kepada perbuatan yang haram. Berhati-hatilah kalian dari terus mengikuti langkah-langkah itu bahkan wajib untuk melawannya dan merubahnya dengan pikiran-pikiran positip. Jadi obatnya adalah melawan pikiran-pikiran yang mengajak kepada kejelekan tadi dan menyibukkan diri dengan berfikir yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat –pent- Menikah Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu ia berkata bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ “Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang telah memiliki kemampuan hendaklah ia menikah. Dan siapa yang belum mapu maka hendaklah berpuasa karena puasa adalah tameng baginya” HR. Bukhari nomor 5065 Puasa Bagi Yang Belum Menikah Ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam, وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ “Dan siapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa adalah tameng baginya” HR. Bukhari nomor 5065 Tentang hadits ini berkata Imam Al Qurthubi “Ketika sedikit makan, maka akan melemah syahwat, dan ketika syahwat melemah akan berkurang maksiat” Tafsir al Qurthubi 2/275 Menjauhi Teman-Teman Yang Buruk Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ “Seseorang itu tergantung agama temannya, hendaklah salah seorang kalian memperhatikan siapa temannya” HR. Abu Dawud nomor 4833 dan dihasankan oleh Syeikh al Bani dalam Shahih Abu Dawud nomor 4046 Menjauhi Tempat-tempat Fitnah Bukan lagi rahasia bahwa kita hari ini hidup dalam masyarakat yang penuh dengan fitnah ujian dan pengaruhnya nampak jelas dalam semua sudut kehidupan, di pasar-pasar, keramaian, internet, dan lain-lain. Hendaklah engkau menjauhi tempat-tempat fitnah agar engkau bisa menyelamatkan agamamu. Bersemangat Memanfaatkan Waktu Untuk Mentaati Allah ta’ala Sungguh waktu itu adalah nikmat yang sangat agung diantara nikmat-nikmat Allah kepada hambaNya. Akan tetapi diremehkan oleh kebanyakan manusia. Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma ia berkata bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ “Dua nikmat yang diremehkan banyak manusia adalah nikmat kesehatan dan nikmat waktu yang luang” HR. Bukhari nomor 6412 Mengingat Nikmat Di Akhirat Diantara kekhususan dalam masalah ini yaitu mengingat para bidadari yang menyejukkan mata serta sifat-sifat mereka yang Allah sediakan untuk mereka yang bersabar menghidari diri dari melakukan maksiat kepada Allah. Ini semua akan membantu seorang Muslim untuk berprilaku zuhud terhadap perhiasan kesenangan –pent- yang bersifat sementara lagi diharamkan. Dimana semua itu akan memwariskan penyesalan dan kerugian. Semoga Allah menjauhkan kita dari fitnah cobaan yang nampak atau yang tidak nampak. __________________________ Diterjemahkan oleh Bambang Abu Ubaidillah dari
loading...Fitnah wanita termasuk salah satu cobaan terbesar yang berbahaya bagi kaum laki-laki. Foto ilustrasi/ist Ada beberapa perkara yang menyebabkan kaum wanita bisa menjadi sumber fitnah . Seperti diketahui, fitnah wanita termasuk salah satu cobaan terbesar yang berbahaya bagi kaum laki-laki. Kenapa demikian? Karena wanita, seorang suami bisa melakukan korupsi, karena wanita seorang suami bisa terpisah dari istri dan anaknya, karena wanita pula dua orang laki-laki berkelahi hingga tertumpah wanita, seseorang yang cerdas dapat hilang dengan sekejap kecerdasannya kemudian berubah menjadi layaknya seorang robot yang siap dan bisa dengan mudah diperintah oleh tuannya yang bernama perempuan. Baca Juga Karena alasan-alasan itulah, dikatakan bahwa kaum hawa bisa menjadi sumber fitnah. Lantas apa saja perkara yang menjadikan wanita bisa menjadi sumber fitnah ini? Dirangkum dari berbagai sumber, inilah kondisi yang melatarbelakanginya, yaitu1. Keluar dari rumahSeorang perempuan tatkala keluar rumah tanpa berhijab dan safar tanpa mahram, ia akan dirayu oleh setan agar dapat menggoda dan menggelisahkan kaum lelaki yang tidak beriman dengan mempersolek diri dan Shallallahu’alaihii wa sallam bersabda“Wanita adalah aurat. Apabila keluar disambut dipecantik oleh setan.” HR. At TirmidziImam An Nawawi rahimahullah berkata, “Wanita bila keluar rumah akan memfitnah dan membangkitkan syahwat bagi kaum pria. Karena Allah subhanahu wata’ala menjadikan pria menyenangi wanita, serupa dengan setan yang pekerjaannya menyesatkan manusia.” Syarh MuslimAdapun jalan keluar agar perempuan tidak memfitnah dan digoda setan manusia dan jin, hendaknya tidak keluar rumah walaupun itu dekat kecuali dengan memakai hijab syar’i dan lebih suka untuk tinggal di dalam Ta’ala berfiman,[يٰۤـاَيُّهَا النَّبِىُّ اتَّقِ اللّٰهَ وَلَا تُطِعِ الۡكٰفِرِيۡنَ وَالۡمُنٰفِقِيۡنَ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيۡمًا حَكِيۡمًا]“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.”QS Al Ahzab 33Apabila keluar rumah hendaknya perempuan tidak menampakkan keindahan dirinya. Allah Ta'ala berfirman,“....Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka.”QS. An Nur31Agar tidak memfitnah dan difitnah ketika safar hendaknya wanita ditemani mahramnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak diperbolehkan menempuh perjalanan sehari kecuali disertai oleh laki-laki mahramnya.” HR. Muslim Baca Juga 2. Ketika suami tidak di rumahDi antara cara setan menggoda perempuan, jika suami tidak ada di rumah maka sang istri yang lemah imannya digoda setan agar menerima tamu pria yang bukan mahramnya. Tentu ini merupakan bencana yang cukup Shallallahu’ailaihii wa sallam bersabda
Dalam kehidupan sehari-hari, adakalanya secara tidak sengaja kita membuat seseorang menjadi tidak senang dengan kita. Dan adakalanya hal tersebut menjadi celah bagi setan untuk menghasut agar menimbulkan fitnah dalam kita yang pernah diterpa oleh isu fitnah, maka berikut adalah cara menghadapi fitnah dalam Islam1. BersabarTidak ada cara yang lebih baik dari menghadapi fitnah selain dengan bersabar. Sebagaimana firman Allah“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik.“ QS. Ar Ra’d 222. Menahan amarahوَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ…Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. [Ali Imrân/3 134].Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya kelemah lembutan keramah tamahan tidaklah ada di dalam sebuah perkara kecuali menghiasinya dan tidak dicabut kelemah lembutan dari sesuatu kecuali memburukkannya.” HR. Bukhari dan MuslimBaca jugaHukum zina tanganPacaran dalam IslamPerbedaan ghibah dan fitnahBahaya adu domba dalam IslamHukum memakai parfum untuk wanita dalam IslamDosa wanita yang paling dibenci Allah3. Mendoakan yang memfitnahFitnah dalam Islam adalah dosa besar dalam Islam, maka sebagai Muslim yang baik, sebaiknya kita doakan saja mereka yang memfitnah kita.“Dan orang-orang yang datang setelah mereka Muhajirin dan Anshar, mereka berdo’a Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” QS. Al-Hasyr 104. Membaca ta’awudzSulaiman bin Shurod radhiyallahu anhu berkata,كُنْتُ جَالِسًا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجُلاَنِ يَسْتَبَّانِ، فَأَحَدُهُمَا احْمَرَّ وَجْهُهُ، وَانْتَفَخَتْ أَوْدَاجُهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ، لَوْ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ ““Pada suatu hari aku duduk bersama-sama Nabi shallallahu alaihi wa salam sedang dua orang lelaki sedang saling mengeluarkan kata-kata kotor satu dan lainnya. Salah seorang daripadanya telah merah mukanya dan tegang pula urat lehernya. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya jika sekiranya ia mau membaca, A’udzubillahi minas-syaitani’ Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan, niscaya hilang kemarahan yang dialaminya.” HR Bukhari, no. 32825. Meminta perlindungan AllahDari Sa’ad bin Abi Waqash mengatakan, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallambersabda, “Doa yang dipanjatkan oleh Dzun Nun Nabi Yunus alaihissalaamtatkala berada di dalam perut ikan besar adalah“Ya Allah, Tiada yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya saya adalah termasuk orang-orang yang zhalim. Tidaklah seorang muslim terkena musibah kemudian berdoa dengannya, melainkan Allah akan akan mengabulkan keinginannya” HR. Tirmidzi 3505Baca jugaKehidupan setelah menikahTips keluarga bahagia dalam IslamManfaat posisi sujud saat hamilHukum memakai cadar saat sholatHukum selfie dalam islam6. Perbanyak dzikirفَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu sore dan pagi” QS. Ghafir 55.At-Tirmizi meriwayatkan dalam sunannya, no. 3388 dengan redaksiمَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ قال الترمذي حسن صحيح غريب . وصححه ابن القيم في ” زاد المعاد ” 2/338، وصححه الألباني في ” صحيح أبي داود“Tidaklah seorang hamba membaca di pagi setiap hari dan sore setiap malam, “Dengan nama Allah yang tidak ada yang dapat mencelakai bersama nama-Nya apapun yang ada di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” Tiga kali, maka tidak akan terkena bencana apapun.” At-Tirmizi mengatakan, Hasan sahih gharib. Dinyatakan shahih oleh Ibnu Qoyim di Zadul Ma’ad, 2/338 dan dinyatakan shahih oleh Albani di Shahih Abi Daud7. Husnudzhon pada AllahBerprasangka baiklah pada Allah bahwa fitnah yang datang adalah ujian bagi kita yang disayangi oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً رواه البخاري، رقم 7405 ومسلم ، رقم 2675 “Allah Ta’ala berfirman, Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675Baca jugaKewajiban Wanita Setelah Menikah Menurut Al-QuranPerbedaan Talak Satu, Dua dan TigaHukum Memakai Parfum BeralkoholProses Penciptaan Manusia menurut IslamPengertian Mahram8. Meminta pertolongan AllahAllah berfirman, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, bahwa pertolongan Allah itu Amat dekat. Al-Baqarah 2149. Introspeksi diriAllah berfirman إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ ﴿٥٧﴾ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ ﴿٥٨﴾ وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ ﴿٥٩﴾ وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُون ﴿٦٠﴾ أُولَٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَSesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan azab Rabb mereka, Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Rabb mereka, Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Rabb mereka sesuatu apapun, Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. [Al Mukminun 57-61]10. Menjauhi sumber fitnahAllah swt berfirman, “Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik surga.Ali Imran 1411. Perbanyak ibadahRasulullah bersabda, “Allah berfirman, Tidak ada ibadah yang dilakukan oleh hamba-Ku yang lebih Aku cintai selain ibadah yang Aku wajibkan. Dan hambaku senantiasa bertaqarrub kepadaku dengan ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka Aku yang menjaga pendengarannya, Aku yang menjaga pandangannya, Aku yang menjaga tangannya, Aku yang menjaga kakinya. Jika ia meminta kepadaku, maka Aku akan kabulkan. Dan jika ia berlindung kepadaku, maka Aku melindunginya.‟ Shahih Bukhari, kitab Raqaiq, Bab Tawadhu‟, No. 6021Baca jugatips memperbaiki diri dalam Islamkeutamaan introspeksi dalam islammenahan nafsu di bulan ramadhanniat puasa ganti ramadhan12. Berkumpul dengan orang sholehDari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah saw bersabda “Setiap orang tergantung pada agama temannya, maka kalian lihatlah siapa yang dia jadikan teman.” Musnad Ahmad, Kitab Musnad al-muktsirin, Bab Musnad Abi Hurairah, No. 768513. Saling menasehatiDari Tamim ad-Dari, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Nasihat untuk siapa?” Rasulullah saw. Bersabda, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat umum.” Shahih muslim, kitab al-iman, Bab ad din nashihah, no. 82Itulah 13 cara menghadapi fitnah dalam Islam. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
cara menghindari fitnah wanita