PenjelasanSaid Nursi Soal Puasa Sebagai Diet Jasmani dan Rohani Rep: Muhyiddin / Red: Muhammad Hafil Selasa 19 Apr 2022 10:00 WIB. Foto: Said Nursi Soal Puasa sebagai Diet Jasmani dan Rohani. Foto: Ilustrasi potret Said Nursi. Puasa sebagai diet jasmani dan rohani dijelaskan oleh Said Nursi. Berikutadalah beberapa hikmah atau manfaat puasa diantaranya yakni: 1. Meningkatkan ketakwaan. Puasa merupakan suatu bentuk ibadah dan memiliki tujuan utama yaitu membentuk manusia agar bertakwa. Puasa yang dilaksanakan dengan benar serta ikhlas akan mendidik serta menambah ketakwaan bagi manusia. 2. Melatih kesabaran. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu umat muslin di seluruh dunia. Pasalnya pada bulan ini banyak sekali kemuliaan dan kebaikan yang bisa diperoleh. Berpuasa dapat membuat kesehatan jasmani seseorang jadi meningkat dan lebih baik. Hal ini dikarenakan selama berpuasa orang tidak melakukan aktivitas makan dan minum Berpuasa baik itu puasa wajib maupun puasa sunnah, merupakan salah satu aktivitas yang dapat menjadi media untuk menjaga kesehatan jasmani dan ruhani seseorang, terlebih bagi seorang muslim. Islam sangat memperhatikan kesehatan manusia. Berpuasamerupakan aktivitas menahan diri dari makan, minum dan segala hal yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Saat kamu berpuasa, badan akan terasa lemas dan kurang berenergi. Akibatnya aktivitas berat seperti olahraga merupakan salah satu kegiatan yang paling dihindari. Kesegaranjasmani yang berhubungan dengan ketrampilan merupakan kualitas yang dimiliki seseorang sehingga mampu untuk berpartisipasi dalam aktivitas olahraga. Komponen kesegaran jasmani ini meliputi ketangkasan, kecepatan, koordinasi, tenaga, dan keseimbangan. c. Tes Kesegaran Jasmani Berpuasamerupakan bagian dari aktivitas keagamaan. Di berbagai agama dan keyakinan, masing-masing memiliki tradisinya sendiri-sendiri. BltU1Fz. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID _gd4XMDpqn_44z_S-1gDfVebIdI4UKpurrIhqaaH6P41ZQQKDr1-wQ== Tim Promkes RSST – Puasa adalah salah satu ibadah umat Islam yang berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, yang berupa memperturutkan syahwat, perut dan farji kemaluan, sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat khusus. Suhandjati 2009. Pembahasan tentang faedah puasa sangat banyak, selain meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. puasa juga merupakan senjata terkuat melawan segala penyakit, dan ini adalah bukti ilmiah yang permanen. Maka perbanyaklah puasa, dan kamu akan mendapatkan perbaikan besar pada penyakit apa pun yang kamu derita. Sesungguhnya obat dari sebagian besar penyakit berada di dalam setiap diri kita. Semua dokter pada hari ini meyakini bahwa puasa adalah kebutuhan yang vital bagi setiap manusia, walaupun manusia tersebut terlihat sehat tubuhnya. Karena racun-racun yang menumpuk di tengah perjalanan hidup manusia tidak mungkin dihilangkan kecuali dengan puasa dan pencegahan dari makan dan minum. Selain itu juga puasa mempunyai keunggulan dalam kekuatan mengobati guncangan-guncangan kejiwaan yang kuat seperti schizophrenia jenis penyakit jiwa, karena puasa memberikan relaksasi yang sempurna kepada otak dan sel-sel sumsum, di saat yang sama puasa juga akan bekerja membersihkan sel-sel tubuh dari racun-racun, dan ini berdampak positif pada kestabilan emosi kejiwaan dari orang puasa. Bahkan kita dapat menemukan banyak sekali pakar-pakar kejiwaan mengobati orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan hanya dengan berpuasa saja, dan mereka pun mendapatkan hasil yang gemilang dan menggembirakan. Oleh karena itu, puasa dianggap sebagai obat yang manjur untuk mengobati kebanyakan penyakit-penyakit kejiwaan yang kronis seperti schizophrenia jenis penyakit jiwa, kesedihan, kegelisahan, dan frustasi. Serta masih banyak lagi penyakit-penyakit lain yang dapat diobati dengan melakukan ibadah puasa. Abdeddaem 2015. Dewasa ini, kita sering melihat betapa merugi manusia apabila melakukan ibadah puasa, karena yang diperoleh hanyalah rasa haus dan lapar. Di sini puasa menjadi alternatif terapi yang ditawarkan oleh Islam agar manusia mampu merasakan betapa nikmatnya melakukan ibadah puasa apabila dikerjakan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan serta keberkahan puasa yang akan dirasakan manfaatnya bagi kesehatan jasmani maupun rohani. Bertepatan dengan datangnya bulan ramadhan, merupakan suatu keberkahan tersendiri bagi umat muslim khususnya, untuk menjalankan ibadah puasa yang merupakan suatu ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap umat muslim disetiap bulan ramadhan. Selain mendapatkan pahala, puasa juga salah satu keuntungan yang diperoleh yaitu sebagai sarana untuk proses Autolisis, dimana proses tubuh untuk pembuangan sel-sel yang mati atau rusak di dalam tubuh kita. Dimana kita ketahui semisal tidak adanya kegiatan puasa, organ kita hampir tidak pernah berhenti bekerja. Setidaknya setiap kita makan kurang lebih 8 jam organ pencernaan kita bekerja. Para ilmuwan juga menganggap bahwa puasa adalah suatu fenomena kehidupan alami, yang menjadikan kehidupan berjalan dengan lurus, sehat dan sempurna. Maka disini nampak dengan jelas hikmah kesehatan pada syariat puasa. Karena puasa membantu seluruh makhluk hidup untuk beradaptasi dengan makanan yang sangat sedikit dan membuatnya mampu menjalani kehidupan secara alami dan normal. Sebagiamana ilmu-ilmu pengetahuan modern menetapkan bahwa puasa juga melindungi makhluk hidup dari berbagai penyakit dan membantu penyembuhan secara efektif. Ahmad 2008 Beberapa pernyataan dokter-dokter terkemuka di dunia, melalui penelitian dan karya ilmiah mereka, setelah mereka mengadakan penelitian tentang puasa. Ibnu Sina, seorang filosof dan dokter muslim yang termasyur, mewajibkan puasa selama tiga minggu untuk beberapa kondisi penyakit yang ditanginya. Ada unsur lain yang menyebutkan bahwa Ibnu Sina menganggap puasa sebagai unsur penting dalam penyembuhan penyakit cacar dan penyakit kelamin. Menurutnya, puasa merupakan salah satu sarana efektif untuk melepaskan beberapa mikroorganisme di dalam tubuh, yang di antaranya adalah mikroorganisme yang terdapat di dalam penyakit kelamin. Ini disebabkan karena puasa mengandung unsur yang dapat menghancurkan sel-sel yang telah rusak untuk kemudian dibangunnya kembali menjadi sel-sel yang baru. Inilah yang disebut dengan puasa dalam pengobatan penyakit kelamin. Terapi ini sendiri merupakan pengobatan cara Timur klasik. Di samping itu, masih banyak lagi kondisi-kondisi yang dapat dimanfaatkan dari pengobatan cara ini. Sehingga pada masa modern ini, terapi puasa telah banyak dipergunakan oleh para pakar kedokteran. Hisyam Thalbah 2009 Dalam hal lain, Ibnu Sina dalam menangani pasiennya, beliau terlebih dahulu melihat tentang sebab-sebab timbulnya penyakit tersebut dengan cara mengenali kejiwaan pasien tersebut. Menurut Ibnu Sina jiwa merupakan kesempurnaan awal, karena dengannya suatu spesies menjadi sempurna sehingga menjadi manusia nyata. Apabila jiwa tidak sehat, akan menyebabkan tubuh tidak sehat pula dan salah satu yang menjadikan jiwa sehat adalah dengan melakukan ibadah puasa. Ustman Najati 2002 Shelton dalam bukunya tentang puasa, “Le Jeunu”, dan riset yang dilakukan oleh Lutzner H. dalam bukunya yang berjudul “Kembali Hidup Sehat dengan Puasa” yang diterjemahkan oleh dokter Thahir Ismail. Berikut ini adalah beberapa manfaat puasa, yaitu Puasa adalah bentuk relaksasi 69 agar dapat melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi dalam anggota tubuh. Puasa dapat menghentikan proses penyerapan sisa-sisa makanan di dalam usus lalu membuangnya. Karena tanpa adanya proses pembuangan sisa-sisa sari makanan ini, maka akan mengakibatkan penumpukan dan merubahnya menjadi racun. Sebagaimana juga puasa merupakan satu-satunya cara untuk membersihkan racun yang tertumpuk di dalam tubuh ataupun racun yang baru masuk melalui makanan yang terkontaminasi. Dengan puasa, tubuh akan mampu menghancurkan zat-zat yang berlebihan dalam tubuh dan juga melarutkan endapan-endapan yang terdapat dalam jaringan tubuh manusia. Puasa adalah alat untuk meremajakan dan mengembalikan vitalitas pada berbagai macam sel dan jaringan dalam tubuh. Puasa dapat melancarkan proses pencernaan dan memudahkan penyerapan sari-sari makanan, serta menstabilkan proses masuknya makanan secara berlebihan. Puasa memiliki pengaruh yang besar pada kulit seperti halnya yang dilakukan alat-alat kosmetik demi mendapatkan kecantikan dan kehalusan kulit. Puasa adalah tehnik pengobatan yang manjur dan paling sedikit risikonya dalam mengobati berbagai macam penyakit yang terus berkembang. Puasa meringankan beban dalam sistem sirkulasi, begitu juga dapat menurunkan kadar lemak dan asam urat dalam darah. Sehingga tubuhpun terjaga dari kemungkinan terjadinya pembekuan pada pembuluh arteri pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung, encok, dan penyakit-penyakit lainnya yang berhubungan dengan masalah nutrisi, sirkulasi tubuh, dan penyakit jantung. Seorang peneliti dari H ai’atul I ’jaazil Ilmi fil Qur’an was Sunnah Lembaga Pengkajian Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur’an dan As-sunnah, yaitu Dr. Abdul Jawwad As-Shawi mengatakan ketika berpuasa, maka akan terjadi dua peristiwa penting dalam tubuh. Pertama, rekonstruski penyusunan sel-sel tubuh, bahwa zat asam amino membentuk infra struktur sel-sel tubuh. Pada saat berpuasa, asam-asam yang baru terbentuk dari makanan ini berkumpul dengan asam-asam hasil proses pencernaan. Pada saat puasa, pembentukan sel-sel dilakukan kembali setelah proses-proses percernaan, kemudian didistribusikan sesuai dengan kebutuhan sel-sel tubuh. Dengan demikian, terbentuklah gugus-gugus baru untuk sel-sel, yang merenovasi strukturnya dan meningkatkan kemampuan fungsionalnya, sehingga menghasilkan kesehatan, pertumbuhan, dan kenyamanan bagi tubuh manusia. Kedua, pembersihan tubuh dari racun, pada saat berpuasa, lemak-lemak yang disimpan dalam tubuh dalam jumlah besar dipindahkan ke hati sehingga dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati. Dari proses ini dikeluarkanlah racun-racun yang meleleh di dalamnya, kandungan racunnya dimusnahkan, kemudian dibersihkan bersama kotoran-kotoran tubuh. Pada saat puasa, aktivitas sel-sel ini berada di puncak kemampuannya untuk melaksanakan fungsi-fungsinya, maka ia memakan bakteri yang sebelumnya telah diserang oleh antibodi secara serentak.” Albani 2007 Demikianlah setelah tubuh berhasil membersihkan racun yang ada padanya dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan relaksasi dengan sempurna melalui puasa, mulailah tubuh melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi pada jaringannya dan merapikan sistem pengaturan fungsi tubuh. Ini semua bisa dilakukan setelah tubuh mendapatkan kembali energinya dengan sempurna berkat proses relaksasi yang terjadi saat puasa. Zaglul dan Abdul 2012 Sehingga jika ditarik sebuah kesimpulan berkaitan dengan manfaat puasa dalam perspektif kesehatan, maka puasa merupakan cara yang terbaik untuk membersihkan racun yang tertumpuk di dalam tubuh ataupun racun yang baru masuk melalui makanan yang terkontaminasi. Karena ketika berpuasa, zat beracun yang tersimpan berpindah ke hati dalam jumlah besar. Di sanalah zat-zat tersebut mengalami oksidasi peristiwa pelepasan elektron, baik melibatkan oksigen ataupun tidak dan bisa dimanfaatkan dengan mengeluarkan unsur racun dari zat-zat tersebut. Maka hilanglah racun yang ada dan langsung dikeluarkan dari tubuh melalui saluran pembuangan. Maka dari itu Allah SWT mensyariatkan puasa pada waktu siang bukan pada waktu malam, dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari, ini merupakan waktu-waktu seseorang sangat aktif, dimana proses kerja tenaga yang tersimpan dalam bentuk lemak dan glikogen juga terjadi di siang hari. Maka pada waktu inilah terjadi penaikan glukosa yang tersimpan dalam hati pada tubuh yang merupakan makanan yang paling baik bagi otak. Jadi, telah jelas bahwa apabila kita melakukan puasa sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, maka kita akan senantiasa memperoleh keberkahan puasa yang akan dirasakan manfaatnya bagi kesehatan jasmani maupun rohani. Dn Referensi 12 Abdeddaem Kaheel. Obati Dirimu Dengan Al-Qur’an. Rempoa, Tangerang Selatan PT. Ini perbesa Pustaka Indonesia, 2015. Sri Suhandjati Sukri. Ensiklopedi Islam dan Perempuan. Bandung Penerbit Nuansa, 2009. Ahmad bin Abdul Aziz Al-Hushain. Ruh Puasa dan Maknanya. Surabaya Pusataka elBA, 2008. Hisyam Thalbah. Ensiklopedia Mukjijzat Alquran dan Hadis. Jakarta PT Sapta Sentosa,Cet, III, 2009. Muhammad Ustman Najati, Ad-Dirasat An-Nafsaniyyah Inda Al-Ulama Al-Muslimin, Alih Bahasa, Gaji Saloom. Jiwa Dalam Pandangan F ilosof Islam. Bandung Pustaka Hidayah, 2002. Muhammad Albani. Berobat Dengan Sedekah. Solo Insan Kamil, 2007. Zaglul An-Najjar dan Abdul Daim Kahil. Ensiklopedia Mukjizat Ilmiah Al-quran dan Hadis. Jakarta PT. Lentera Abadi, 2012. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID P25QUhDRz7pLxIeZL7tY68z7fXtESTi6ORhkE_YM5xltAUPJnW1mAg== Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Halo Kompasianer, bagaimana dengan aktivitasmu selama ramadan di rumah aja? Mana nih yang suka menanti azan magrib atau menghitung hari supaya cepat lebaran? Mungkin kamu juga lebih sering rebahan atau justru makin produktif saat berpuasa?! Bisa jadi kamu berada pada titik jenuh sehingga puasamu jadi tak berarti!!!Paling penting itu tetap jaga imunitas dan terapkan pola hidup sehat setiap hari ya. Meski harus selalu patuh terhadap protokol kesehatan, belajar dari pandemi akan memberi kekuatan diri dan kebahagiaan agar selalu dikelilingi orang-orang tersayang disekitar kita. Ibadah puasa itu membutuhkan fisik yang prima dan pikiran yang masa pandemi saat ramadan tahun ini, ternyata kita bisa melakukan banyak kegiatan untuk tetap bermanfaat dalam keseharian. Bagiku, ada dua aktivitas yaitu aktivitas jasmani dan aktivitas rohani yang bisa dilakukan selama di rumah aja. Aktivitas jasmani ini erat kaitannya dengan kegiatan yang bergerak atau terkait fisik. Sementara aktivitas rohani lebih mengarah pada kegiatan berbasis spiritualitas untuk memenuhi kebutuhan batin kita. Berikut penjelasannya! Aktivitas Jasmani berolahraga jadi aktivitas jasmani di rumah aja dok. pribadi Walau di rumah aja, kita dituntut untuk tetap aktif dan produktif. Salah satu pilihannya dengan berolahraga. Tak perlu olahraga berat, pilih olahraga ringan yang disesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai olahraga saat puasa yang kita lakukan justru menimbulkan rasa lelah atau capek. Apalagi sampai menderita haus berkepanjangan sehingga mendorong kita untuk membatalkan latihan beban dan aerobik, jalan pagi bisa jadi olahraga tanpa modal. Jalan kaki di pagi hari ini kerap aku lakukan setelah salat subuh berjamaah di masjid. Setelah jalan pagi, aku menyempatkan untuk pemanasan sejenak di depan rumah guna melemaskan otot-otot dari kepala sampai ujung kaki. Aku sadar bahwa puasa tak boleh jadi halangan untuk berhenti jasmani tak hanya sebatas olahraga. Kompasianer juga bisa bersihkan rumah, berkebun, bermain dengan hewan peliharaan, atau berkutat pada hobi dan asah kemampuan skill lainnya. Inti dari aktivitas jasmani ini yaitu bergerak daripada tidak sama sekali. Kebugaran lebih berharga dibanding ketiduran sepanjang hari yang justru akan membuat semangat jadi lesu. Aktivitas RohaniPuasa harus dijalani dengan rileks supaya energi-energi positif dalam tubuh bisa muncul dan mengeluarkan kebahagiaan. Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh bisa tahan terhadap dari puasa itu menahan diri, tak hanya dari haus dan lapar. Emosi dan stres juga wajib dikendalikan. Apalagi bulan ramadan di tengah pandemi biasa dipicu banyak ketegangan. Ada kondisi keuangan yang tak seimbang, tuntutan kerja yang lebih berat, tekanan sosial, dan banyak hal lain yang mengganggu menjalani aktivitas rohani, kita bisa mulai dengan menjauhi hal-hal yang membuat marah, membuat hati tidak tenang, atau menambah dosa. Misal, berita-berita kebohongan hoak, akun-akun media sosial yang sering membuat onar dengan ujaran kebencian, dan teman-teman yang sering mengajak gibah. Hal-hal seperti itu bisa mengganggu dan merusak akal sehat hati lebih tenteram saat ramadan di rumah, kita bisa lakukan aktivitas rohani seperti membaca buku kisah-kisah nabi, membaca Alquran, menjalankan salat wajib dan salat sunah, berdzikir, bersedekah, dan mendengarkan ceramah atau kajian yang menyejukkan hati. Kalau sudah menyibukkan diri dengan aktivitas rohani, kita tak ada waktu lagi untuk mengomentari kekurangan orang lain. Kita bisa lebih memperbaiki diri dengan kebaikan selama sehari penuh. 1 2 Video Pilihan Puasa adalah praktik yang sudah ada sejak berabad-abad lalu dan memainkan peran sentral dalam banyak budaya dan agama. Tidak hanya bagi umat muslim yang saat ini menjalankan puasa Ramadhan, puasa juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Puasa didefinisikan sebagai pantangan makan atau minum, baik dari semua atau beberapa makanan atau minuman dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, ada banyak cara puasa yang Indonesia, umat Islam melakukan ibadah puasa di bulan suci ramadhan yang dilakukan selama kurang lebih 13 jam. Menurut sains, terbukti bahwa puasa memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Mulai dari penurunan berat badan hingga meningkatkan fungsi otak menjadi lebih baik. Baca juga Manfaat Puasa Ramadhan, Menurunkan Kadar Kolesterol hingga Membuat Bahagia Manfaat puasa Dilansir Healthline, Rabu 21/4/2021, terdapat 8 manfaat puasa bagi kesehatan yang telah dibuktikan oleh sains, antara lain sebagai berikut. 1. Meningkatkan kontrol gula darah Beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa, salah satunya yang dilakukan selama Ramadhan, dapat meningkatkan kontrol gula darah, yang sangat berguna bagi mereka yang berisiko diabetes. Faktanya, satu penelitian pada 10 orang dengan diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa puasa intermiten jangka pendek secara signifikan menurunkan kadar gula darah dengan mengurangi resistensi Meningkatkan kesehatan Meskipun peradangan akut adalah proses kekebalan normal yang digunakan untuk membantu melawan infeksi, peradangan kronis dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan Anda. Baca juga 5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Jasmani, Menurut Sains Penelitian menunjukkan bahwa peradangan akan bepengaruh pada perkembangan kondisi kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan rheumatoid arthriti. Beberapa penelitian menemukan bahwa manfaat puasa Ramadhan, misalnya, dapat membantu menurunkan tingkat peradangan dan membantu meningkatkan kesehatan. 3. Meningkatkan kesehatan jantung Penyakit jantung dianggap sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia, diperkirakan mencapai 31,5 persen kematian secara global. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa memasukkan puasa ke dalam rutinitas dapat sangat bermanfaat dalam hal kesehatan jantung. Selama Ramadhan, puasa juga baik untuk kesehatan jantung. Manfaat puasa untuk jantung yakni dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner dan dapat membantu menurunkan darah tekanan, trigliserida dan kadar kolesterol. Baca juga Demi Kesehatan Tubuh, Ini 4 Jenis Makanan Terbaik untuk Berbuka Puasa

puasa merupakan aktivitas jasmani dan